Kataku Web Translation Evangelicals for Social Action | Cultivating Transformational Ministry Leadership
Bolos navigasi .
The Sider Center Rumah | Hubungi Kami | Meneteki ESA | Sumber Penghasilan kementerian

ESA Home | Mengenai Kami | ESA Membership | EPistle Subscription | Forum
Word and Deed Network
Kebijakan umum Perewatan ciptaan Holistic Ministry Kristus & Kebudayaan

Menanam Transformational Ministry Leadership

Menanam transformational pimpinan kementerian

Mengapa langkah ini penting : Pimpinan sangat penting sampai proses berkembang holistis outreach. Pemimpin menyediakan bimbingan, ketajaman, rohani kekilafan, pertanggungjawaban, kesinambungan, pimpinan administratif, dan di atas semua, kelaparan untuk keadilan dan nafsu untuk mencintai yang hilang di kata dan perbuatan. Perkuat janji ke holistis outreach di antara pemimpin gereja sekarang, mengangkat pimpinan kementerian baru, dan membuat tim pimpinan inti yang bisa menolong menuntun gereja lewat periode missional transformasi.

Bagaimana membantu : pemimpin Gereja bisa membuka cara untuk outreach oleh menuntun pandangan gereja dan memperlengkapi anggotanya untuk kementerian. Bantuan pemimpin untuk proyek kementerian baru menolong menjamin bahwa rencana kementerian akan dilaksanakan. Menanam tim pimpinan awam memperluas pangkalan bantuan untuk holistis kementerian; tak ada pandangan kementerian bisa berkembang pesat tanpa bantuan dan keterlibatan tim pimpinan inti. Strategi jangka panjang untuk transformasi misi mengharuskan pemimpin sekarang mengenali dan memperkembangkan pembangkitan berikutnya pimpinan kementerian.

Your church might benefit from this step if ... current church leadership does not support holistic ministry, lacks a specific vision for holistic ministry, or is not prepared to lead the church through change; church members who have commitment and vision for local ministry are not represented on official governing boards; holistic ministry is led entirely by church staff, with little or no lay involvement; there are not enough trained leaders to carry out planned mission projects; the church lacks any organized process for leadership development.